TAPAKTUAN – Sebanyak 71 guru dari lima kabupaten di Aceh mengikuti Seleksi Substansi Bakal Calon Kepala Sekolah (BCKS) Tahun Anggaran 2026 yang dipusatkan di Tapaktuan, Kabupaten Aceh Selatan, Senin (14/7/2026). Seleksi digelar Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) Aceh sebagai bagian dari proses penyiapan calon kepala sekolah yang profesional dan berdaya saing.
Pelaksanaan seleksi berlangsung serentak di tiga wilayah Aceh, yakni Kota Langsa untuk peserta wilayah timur, Takengon untuk wilayah tengah, serta Tapaktuan yang melayani peserta dari kawasan barat-selatan. Di Tapaktuan, peserta berasal dari Kabupaten Aceh Selatan, Aceh Barat, Nagan Raya, Aceh Singkil, dan Simeulue dengan latar belakang guru jenjang TK, SD, SMP, hingga SMA/SMK.
Ujian menggunakan sistem *Computer Assisted Test* (CAT) sesuai standar Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Seleksi dibagi dalam dua sesi dengan memanfaatkan dua laboratorium komputer guna memastikan seluruh peserta dapat mengikuti ujian secara tertib dan lancar.
Kepala BGTK Aceh, Muhammadi, S.Kom., M.Si., hadir langsung di lokasi untuk memantau sekaligus mengevaluasi pelaksanaan seleksi. Monitoring tersebut didampingi Kepala Bidang Pembinaan Ketenagaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Aceh Selatan, Fitria Sastri, S.E., M.Si., yang juga bertugas sebagai penanggung jawab panitia pelaksana di Aceh Selatan.
Fitria mengapresiasi antusiasme para peserta dan berharap seluruh guru dapat menunjukkan kemampuan terbaik selama mengikuti seleksi. Ia juga mendorong agar kuota peserta BCKS dari Kabupaten Aceh Selatan ditambah pada pelaksanaan berikutnya.
Menurutnya, penambahan kuota menjadi kebutuhan mengingat pelatihan BCKS yang dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Kabupaten (APBK) masih terkendala keterbatasan anggaran, sehingga kesempatan mengikuti program yang didanai APBN menjadi sangat penting.
Seleksi substansi BCKS merupakan tahapan strategis dalam mencetak calon kepala sekolah yang memiliki kompetensi kepemimpinan, manajerial, dan kemampuan meningkatkan kualitas pendidikan. Pemerintah berharap proses ini melahirkan pemimpin sekolah yang mampu membawa perubahan positif bagi dunia pendidikan di Aceh.[]