WAINGAPU,– Video yang memperlihatkan penggerebekan di rumah dinas (rumdin) Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Waingapu, Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), kembali menjadi sorotan dan viral di media sosial.
Dalam rekaman yang beredar, sejumlah petugas berseragam mendatangi rumah dinas tersebut dan menemukan seorang perempuan muda berusia 19 tahun berada di salah satu kamar.
Perempuan itu mengaku telah tinggal di rumah dinas selama kurang lebih dua pekan.
Video tersebut kembali ramai diperbincangkan setelah disertai narasi mengenai dugaan pelanggaran etik di lingkungan pemasyarakatan. Namun, hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak Lapas Waingapu maupun instansi terkait mengenai isi dan waktu pengambilan video tersebut.
Perempuan Mengaku Tinggal Selama Dua Pekan
Dalam video, sejumlah petugas terlihat memasuki rumah dinas dan mengetuk pintu salah satu kamar.
Setelah pintu dibuka, tampak seorang perempuan yang kemudian memperkenalkan diri dengan inisial J. Ia mengaku berasal dari Balige, Sumatera Utara, dan berusia 19 tahun.
Ketika ditanya mengenai keberadaannya di rumah dinas tersebut, J mengaku telah tinggal selama sekitar dua minggu.
“Iya, sudah dua minggu. Saya dari Balige,” ujar J dalam rekaman.
Petugas kemudian mempertanyakan alasan perempuan tersebut berada di dalam kamar karena Kalapas diketahui telah berkeluarga.
Menanggapi pertanyaan itu, J menyebut dirinya dianggap sebagai “adik angkat” oleh Kalapas.
“Kayak adik angkat, dia angkat saya sebagai adiknya,” ucap J.
Namun, saat ditanya apakah dirinya tidur di kamar yang sama dengan Kalapas, perempuan tersebut terlihat menganggukkan kepala.
Diduga Video Lama yang Kembali Viral
Di tengah ramainya video tersebut, sejumlah pengguna media sosial menduga rekaman itu bukan merupakan peristiwa baru.
Mereka menyebut video tersebut diduga merupakan rekaman lama yang terjadi pada 2024 dan kembali beredar di berbagai platform media sosial.
Dugaan itu muncul karena dalam video terdengar penyebutan sosok berinisial R atau RB. Sosok tersebut diketahui pernah menjabat sebagai Kalapas Waingapu sebelum dicopot dari jabatannya pada November 2024 setelah terseret persoalan konflik dengan sejumlah bawahannya.
Meski demikian, informasi mengenai waktu, lokasi, serta rangkaian peristiwa dalam video tersebut masih memerlukan konfirmasi dari pihak berwenang.
Hingga kini, belum ada pernyataan resmi yang menjelaskan konteks video, identitas pihak-pihak yang terlibat, maupun tindak lanjut atas dugaan yang beredar di media sosial.
Masyarakat diimbau untuk tidak menarik kesimpulan sebelum terdapat klarifikasi atau keterangan resmi dari pihak terkait.[]