Tuesday, 13 October 2026
Cari Berita
✕ Tutup

Jalan Pulo Paya–Keude Trumon Jadi Sorotan, Pemerintah Siapkan Penanganan Mulai 2027

Jalan Pulo Paya–Keude Trumon Jadi Sorotan, Pemerintah Siapkan Penanganan Mulai 2027

TAPAKTUAN — Kondisi ruas jalan Pulo Paya–Keude Trumon, Kabupaten Aceh Selatan, menjadi perhatian masyarakat. Sejumlah titik pada jalur penghubung tersebut mengalami kerusakan dan berlubang sehingga dinilai mengganggu mobilitas warga.

 

Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) menyatakan terus berkoordinasi dengan Pemerintah Aceh untuk mendorong penanganan ruas jalan tersebut.

 

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas PUPR Aceh Selatan, Skar Fharaby, mengatakan ruas Pulo Paya–Keude Trumon membutuhkan rehabilitasi sepanjang sekitar 6 kilometer.

 

Menurut dia, ruas tersebut memiliki peran penting bagi masyarakat karena menjadi salah satu jalur penghubung kawasan Trumon sekaligus akses menuju wilayah Kabupaten Aceh Singkil.

 

“Untuk tahun 2027, PUPR Aceh mengalokasikan anggaran sebesar Rp5 miliar pada ruas tersebut untuk penanganan jembatan,” kata Skar kepada wartawan di Tapaktuan, Minggu (4/10/2026).

 

Penanganan Dimulai dari Jembatan

 

Skar menjelaskan, Dinas PUPR Aceh telah melakukan survei lapangan untuk melihat secara langsung kondisi jalan serta infrastruktur pendukung di sepanjang ruas tersebut.

 

Berdasarkan hasil koordinasi, penanganan awal akan diprioritaskan pada bagian jembatan. Sementara rehabilitasi badan jalan akan dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi eksisting dan kemampuan anggaran.

 

Rehabilitasi ruas Pulo Paya–Keude Trumon direncanakan berlangsung secara bertahap pada 2027 dan 2028. Pelaksanaannya akan menyesuaikan skema Transfer ke Daerah (TKD) maupun sumber pembiayaan lain yang memungkinkan.

 

Skar menyebutkan, penanganan ruas tersebut juga telah masuk dalam rencana induk rehabilitasi dan rekonstruksi Pemerintah Aceh.

 

“Rehabilitasi jalan tersebut telah masuk dalam rencana induk rehabilitasi dan rekonstruksi Pemerintah Aceh,” ujarnya.

 

Warga Minta Pengaspalan Segera

 

Di tengah rencana penanganan tersebut, kondisi jalan yang rusak masih menjadi keluhan masyarakat. Sejumlah lubang dinilai berpotensi membahayakan pengguna jalan, terutama pengendara sepeda motor.

 

Tokoh masyarakat Trumon, T. Heru Zulfikar, meminta Pemerintah Aceh melalui Dinas PUPR Aceh segera mengambil langkah konkret untuk menangani ruas tersebut.

 

Menurut Heru, jalan Pulo Paya–Keude Trumon digunakan masyarakat setiap hari dan memiliki fungsi penting sebagai jalur penghubung antarkawasan.

 

“Kita meminta Pemerintah Aceh melalui Dinas PUPR Aceh segera melakukan pengaspalan, karena jalur tersebut merupakan kewenangan Pemerintah Provinsi Aceh,” kata Heru.

 

Ia menilai kerusakan jalan tidak hanya membuat perjalanan masyarakat menjadi kurang nyaman, tetapi juga meningkatkan risiko kecelakaan, terutama ketika lubang dan permukaan jalan yang rusak sulit terlihat pada malam hari.

 

Heru berharap pemerintah tidak membiarkan kerusakan tersebut berlarut-larut. Menurutnya, penanganan yang cepat dan menyeluruh diperlukan agar akses transportasi masyarakat kembali aman dan lancar.

 

“Jalan ini setiap hari dilalui masyarakat. Jangan sampai kerusakan yang dibiarkan berlarut-larut justru menimbulkan kecelakaan. Kami berharap ada perhatian dan penanganan segera,” ujarnya.

 

Penanganan ruas Pulo Paya–Keude Trumon diharapkan tidak hanya memperbaiki kondisi infrastruktur, tetapi juga memperkuat konektivitas masyarakat serta mendukung aktivitas ekonomi di kawasan Trumon dan jalur menuju Aceh Singkil.