Dekatkan Layanan ke Masyarakat, SIM-MAS TERPADU dan SIGAP Hadir dalam Satu Sistem Terpadu
Dipublikasikan:
20 April 2026
TAPAKTUAN, Senin (20/4/2026) — Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan terus menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pelayanan publik yang berpihak kepada masyarakat melalui inovasi yang terintegrasi dan berbasis kebutuhan nyata di lapangan.
Salah satu terobosan terbaru adalah hadirnya SIM-MAS TERPADU (Sistem Integrasi Layanan Mustahiq, Masyarakat, dan Administrasi Kependudukan), yang tidak berdiri sendiri, melainkan menjadi bagian dari ekosistem pelayanan yang telah lebih dulu dibangun melalui program BAITUL MAL SIGAP (Sistem Gerak Cepat Peduli Bencana).
Kedua program ini saling terhubung dalam satu sistem pelayanan terpadu menghadirkan solusi baik dalam kondisi darurat maupun dalam kebutuhan layanan sehari-hari masyarakat.
SIM-MAS TERPADU lahir dari realitas yang selama ini dihadapi masyarakat, khususnya para mustahiq, yang masih mengalami kendala dalam mengakses layanan administrasi kependudukan dan bantuan sosial.
Dokumen seperti KTP, Kartu Keluarga, dan akta kelahiran menjadi syarat utama dalam memperoleh bantuan, namun keterbatasan akses, jarak tempuh, dan biaya sering menjadi hambatan.
Melalui kolaborasi antara Baitul Mal Kabupaten Aceh Selatan dan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, kini masyarakat dapat mengurus dokumen kependudukan sekaligus melakukan pengajuan atau verifikasi sebagai mustahiq dalam satu lokasi dan waktu yang sama.
Program ini dijalankan oleh tim pelaksana yang terdiri dari Suci Maulina, Khrisna, Dian, Wista, Nelly, Muhammad Rizal Fandi, Reza Mulyani, dan Cut Sri serta Muzakir yang menjadi garda terdepan dalam memastikan pelayanan berjalan efektif di lapangan.
Sementara itu, program BAITUL MAL SIGAP sebelumnya telah hadir sebagai layanan respons cepat bagi masyarakat terdampak bencana, dengan pendekatan jemput bola langsung ke lokasi. Program ini tidak hanya menyalurkan bantuan darurat, tetapi juga membantu pengurusan dokumen kependudukan yang hilang atau rusak akibat musibah.
Keterkaitan kedua program ini terletak pada pendekatan pelayanan yang menyeluruh.
Jika SIGAP hadir dalam kondisi darurat dengan turun langsung ke lapangan, maka SIM-MAS TERPADU hadir dalam kondisi normal melalui layanan satu atap yang terintegrasi.
Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Aceh Selatan, Masriadi, S.STP, M.Si, menegaskan bahwa kolaborasi ini merupakan langkah strategis dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik.
“Kolaborasi ini bukan hanya soal integrasi layanan, tetapi bagaimana negara benar-benar hadir dan mempermudah masyarakat. Kami sangat mendukung inovasi yang dibangun bersama Baitul Mal karena mampu menjawab persoalan nyata di lapangan, baik dalam kondisi darurat maupun pelayanan sehari-hari,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa SIM-MAS TERPADU dan BAITUL MAL SIGAP menjadi contoh nyata bagaimana sinergi antar instansi mampu menghadirkan pelayanan yang lebih cepat, efektif, dan tepat sasaran
Sementara itu, Kepala Sekretariat Baitul Mal Kabupaten Aceh Selatan, Gusmawi Mustafa, menyampaikan bahwa inovasi yang dihadirkan merupakan bagian dari komitmen untuk terus mendekatkan layanan kepada masyarakat.
“Kami terus berupaya menghadirkan inovasi yang benar-benar dibutuhkan masyarakat. SIM-MAS TERPADU dan BAITUL MAL SIGAP adalah bentuk ikhtiar kami agar layanan zakat, infak dan bantuan sosial dapat diakses dengan mudah, cepat, dan tanpa hambatan,” ungkapnya.
Menurutnya, dukungan lintas instansi menjadi kunci dalam membangun sistem pelayanan yang terintegrasi dan berkelanjutan.
Ketua Badan Baitul Mal Kabupaten Aceh Selatan, Tgk. Misbar Basri, SH, turut memberikan apresiasi atas berbagai inovasi yang terus berkembang.
“Kami sangat mendukung setiap inovasi yang dilakukan. Program-program ini tidak hanya mempermudah masyarakat, tetapi juga memperkuat kepercayaan publik terhadap pengelolaan zakat yang amanah dan profesional,” katanya.
Ia berharap inovasi tersebut dapat terus dikembangkan dan menjadi model pelayanan publik yang terintegrasi serta berpihak kepada masyarakat, khususnya mustahiq.
Dari sisi manfaat, SIM-MAS TERPADU memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam mengakses layanan secara cepat, menghemat waktu, biaya, dan tenaga, serta mengurangi kebutuhan bolak-balik antar instansi. Dalam praktiknya, ratusan masyarakat dapat dilayani setiap hari melalui sistem pelayanan terpusat ini.
Bagi pemerintah dan lembaga, program ini juga meningkatkan akurasi data mustahiq, mempercepat penyaluran bantuan, serta mendorong tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, dan profesional.
Hadirnya SIM-MAS TERPADU dan BAITUL MAL SIGAP menjadi bukti nyata bahwa pelayanan publik di Aceh Selatan terus bergerak menuju sistem yang lebih terintegrasi, responsif, dan berpihak kepada masyarakat.
Dengan kolaborasi yang kuat antarinstansi, kedua inovasi ini diharapkan mampu menjadi solusi berkelanjutan dalam mempercepat pelayanan serta memastikan bantuan tepat sasaran bagi masyarakat yang membutuhkan.[WK]
Kembali ke Beranda