Aceh Selatan — Program Bajak Sawah Gratis (Basaga) Tahun 2026 di Kabupaten Aceh Selatan tetap dilaksanakan meski pemerintah daerah tengah menerapkan kebijakan efisiensi anggaran.
Tahun ini, pelaksanaan Basaga difokuskan pada empat kecamatan, yakni Labuhanhaji Barat, Labuhanhaji, Kluet Timur, dan Kota Bahagia. Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan melalui Dinas Pertanian memastikan program tersebut tetap diarahkan untuk membantu meringankan biaya pengolahan lahan bagi petani.
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pertanian Aceh Selatan, Zulkiflinur, mengatakan keterbatasan anggaran menjadi salah satu pertimbangan dalam menentukan wilayah sasaran Basaga 2026.
Hal tersebut disampaikannya kepada awak media di Tapaktuan, Rabu (7/10/2026).
Menurut Zulkiflinur, pelaksanaan Basaga di empat kecamatan tersebut sejauh ini berjalan dengan baik. Namun, petani masih menghadapi kendala teknis berupa keterbatasan ketersediaan air akibat kerusakan jaringan irigasi Krueng Baru.
“Semua berjalan dengan baik, meskipun terkendala ketersediaan air dikarenakan rusaknya irigasi Krueng Baru. Tapi, tidak mengurangi semangat kami untuk berbuat yang terbaik bagi masyarakat dan petani,” ujar Zulkiflinur.
Ia menegaskan, persoalan tersebut tidak mengurangi komitmen Dinas Pertanian untuk menjalankan program Basaga. Pemerintah daerah, kata dia, tetap berupaya mengoptimalkan pelaksanaan program sesuai kemampuan anggaran dan kondisi di lapangan.
Kluet Raya Diproyeksikan Jadi Sasaran Basaga 2027
Untuk pelaksanaan Basaga tahun 2027, Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan berencana mengarahkan program tersebut ke kawasan Kluet Raya, khususnya Kecamatan Kluet Utara dan Kluet Selatan.
Kedua wilayah itu diproyeksikan menjadi sasaran program karena merupakan salah satu kawasan pertanian di Aceh Selatan.
Zulkiflinur menyebut perhatian pemerintah daerah terhadap sektor pertanian menjadi salah satu dasar keberlanjutan program Basaga pada tahun mendatang.
“Pak Bupati konsen dan peduli terhadap petani Aceh Selatan. Tahun 2027 Program Basaga fokus di Kecamatan Kluet Utara dan Kluet Selatan,” ungkapnya.
Program Basaga sebelumnya diluncurkan oleh Bupati Aceh Selatan H. Mirwan MS melalui kegiatan tanam serentak pada 8 Agustus 2026 di Desa Ujung Padang, Kecamatan Labuhanhaji Barat.
Ke depan, keberlanjutan program tersebut tidak hanya bergantung pada dukungan anggaran, tetapi juga kesiapan infrastruktur pertanian. Kondisi jaringan irigasi menjadi salah satu faktor penting untuk memastikan ketersediaan air bagi lahan persawahan.
Dengan rencana fokus Basaga 2027 di Kluet Utara dan Kluet Selatan, pemerintah daerah diharapkan dapat terus memperluas dukungan terhadap petani sekaligus menjaga keberlanjutan sektor pertanian sebagai salah satu penopang ekonomi masyarakat Aceh Selatan.[]